Powered by Blogger.

Pages

Monday, 1 September 2014

Identitas anak-anak Allah



Ringkasan Khotbah Minggu, 02 Februari 2014
Pdt. N. Runkat

Lukas 1:32 " Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya "

Pesan ini disampaikan malaikat Gabriel kepada Maria, ibu Yesus bahwa ia akan melahirkan seorang Putra yang lahir bukan dari daging tetapi dari Roh Kudus. Pesan ini menyatakan bahwa Yesus akan lahir dari rahim Maria dan bertumbuh seperti layaknya manusia biasa namun ada hal yang spesial bahwa Ia bukan manusia biasa tetapi Ia adalah ANAK ALLAH. Peristiwa besar 2000 tahun yang lalu ini mengubah dunia bahwa Yesus yang adalah Anak Allah Yang Mahatinggi lahir ke dunia untuk misi keslamatan manusia.

Identitas Anak Allah Yang Mahatinggi melekat pada Yesus bahkan kita sebagai orang percaya pun disebut anak Allah. Lukas 6:35-36 "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." Indentitas sebagai anak Allah memiliki syarat yaitu kita harus diubahkan hingga menjadi sama seperti Bapa di Sorga, memiliki hati Bapa, bersedia dibentuk Roh Kudus sehingga akhirnya menanggalkan sifat daging manusia dan memiliki kepribadian Ilahi.

Matius 5:9 "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah". Salah satu syarat tentang anak-anak Allah adalah orang yang membawa damai. Damai bukan berasal dari dunia, karna di dalam dunia yang sudah rusak ini tidak ada damai. Tetapi damai berasal dari Allah. Sudahkan damai yang kita pancarkan dalam hidup ini kepada lingkungan kita ataukah hanya amarah, kesombongan, iri hati, kebohongan dan hal-hal yang bersifat daging saja yang kita bawa dalam pergaulan hidup kita di dunia ini? Jadilah pembawa damai karena itulah identitas anak Allah.

Predikat anak Allah membawa dampak kekekalan bagi kita dalam Kerajaan Sorga, namun selama kita masih hidup dalam dunia ini, saat inilah kita mengalami proses pembentukan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi. Proses ini membutuhkan Firman Allah dan Roh Kudus untuk membentuk kepribadian kita untuk menjadi serupa dengan Yesus, karena Yesuslah yang disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Betapa rindu hati kita untuk selalu masuk dalam rencana besar Allah, keslamatan kekal dan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi.

HALELUYA



Monday, 21 April 2014

Menjadi Seperti Yesus, melayani dengan Kasih



Bacaan Renungan Firman Tuhan : Yohanes 13: 1-20

(4) Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
(5) kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Salah satu kejadian sebelum paskah diceritakan dalam Yohanes 13. Saat itu di dalam ruangan itu berkumpul murid-murid Yesus dan juga Yesus. Yesus sudah mengetahui bahwa waktunya sudah sangat dekat bahwa Ia akan diserahkan untuk menjalani hukuman mati. Kita bisa membayangkan suasana hati Yesus saat itu, tapi ditengah semuanya itu Yesus mengajarkan satu hal pada murid-muridnya yaitu MELAYANI DENGAN KASIH.

Konsep MELAYANI ini diperkenalkan atau dicontohkan Yesus sangat berbeda dengan konsep dunia. Jika di dunia ini khususnya pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa melakukan moto melayani, akan tetapi atas dasar agar pelanggannya tidak beralih pada perusahaan lain dan agar nama perusahaan semakin baik serta akhirnya perusahaan ini mendapatkan profit atau laba atau keuntungan. Tetapi Yesus mengambil bagian melayani yang paling hina yaitu sebagai orang yang membasuh kaki murid-muridNya yang sebenarnya tidak layak Ia lakukan, tanpa motivasi untuk mencari keuntungan diriNya sendiri.

2 orang dari antara muridNya yang menonjol pada Yohanes 13 ini adalah Yudas Iskariot dan Petrus. Yudas Iskariot salah satu murid Tuhan yang cintanya kepada harta (dunia) lebih besar dari cintanya kepada Yesus sehingga mengkhianati gurunya sendiri. Simon Petrus merupakan murid Tuhan yang imannya sering goyah. Yesus sangat mengenal murid-muridNya itu, ketika Ia membasuh kaki Yudas, Yesus tahu bahwa Ia membasuh kaki orang yang akan mengkhianati dan menjual diriNya. Dan saat Yesus membasuh kaki Petrus, Yesus tahu bahwa Ia membasuh kaki orang yang akan menyangkal diriNya.

Ini adalah teladan yang diberikan Yesus kepada kita sebagai murid Tuhan. Membasuh kaki bukan hanya secara lahiriah  tetapi menempatkan diri kita sebagai seorang hamba yang melayani Tuhan dan mengasihi sesama dengan kasih. Marilah kita mengiring Tuhan sesuai dengan teladan yang diberikan Yesus dan melayani Tuhan dengan dasar KASIH meskipun kita berada di tengah orang yang merendahkan, mengkhianati, bahkan ditengah penderitaan sekalipun. Karna walaupun Yesus mengalami penderitaan namun Ia sudah bangkit dan memberikan jalan kepada kita agar menjadi pemenang bahkan lebih dari pemenang di dalam Dia. Karena janjiNya yaitu Yohanes 13:17 "Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya."-DHK-

song :
Melayani melayani lebih sungguh 
Melayani melayani lebih sungguh 
Tuhan lebih dulu melayani kepadaku
Melayani melayani lebih sungguh




Saturday, 5 April 2014

Panggilan Allah




Ringkasan Khotbah Minggu, 12 Januari 2014
Pdt. N Runkat

1 Korintus 1:24 " tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah."

 Panggilan Allah terhadap orang percaya tidak mengenal latar belakang dan mengandung maksud dan tujuan Allah. Secara harafiah jika kita dipanggil oleh seseorang itu artinya kita bergerak meninggalkan posisi semula dan mendekat kepada orang yang memanggil kita. Begitu pula dalam panggilan Allah, kita harus meninggalkan kehidupan lama dan mendekat pada TUHAN serta mendengarkan apa yang diinginkan TUHAN. Yang harus diingat adalah apa yang keluar dari Tuhan adalah FIRMAN TUHAN, dan itu mengandung kuasa.

Jika kita dipanggil Tuhan maka apa yang mengikat kita akan dilepaskan karena panggilan Tuhan penuh dengan kuasa dan mengandung kekuatan Allah dan hikmat Allah. Inilah jaminan bila hidup kita dekat dengan Tuhan dan menuruti panggilanNya. Di dalam Allah ada kekuatan yang tidak terbatas, sangat berbeda dengan kekuatan yang ada dalam dunia ini. Selain itu juga mengandung HIKMAT ALLAH.
1 Korintus 1:25 "Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia."
Sungguh tidak dapat dibandingkan Kekuatan dan Hikmat Allah terhadap dunia ini karena sepintar dan sekuatnya manusia itu adalah bodoh dan lemah di hadapan Allah. Namun ironisnya panggilan Allah juga merupakan hal yang tidak masuk akal bagi manusia adalah seorang yang dipanggil Allah merupakan seorang pelayan.
Matius 20:26-28 " Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiap ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Yesus adalah contoh sempurna dalam panggilan Allah, Ia datang ke dalam dunia untuk melayani. Begitupun juga dengan orang percaya, jika kita mengikuti panggilan Allah maka kita harus melayani Tuhan. Karena seorang Pelayan Tuhan adalah kepanjangan tangan Tuhan artinya melakukan pekerjaan Tuhan dan melakukan apa yang diinginkan Tuhan. Tunaikan panggilan Tuhan dan layanilah Tuhan maka kita akan menerima Kekuatan Kuasa Allah dan Hikmat Allah yang dinyatakanNya dalam hidup kita.

HALELUYA







Thursday, 3 April 2014

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.



Ringkasan Khotbah Minggu, 8 Desember 2013
Pdt. N. Runkat

Matius 5:4 "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur."
Ucapan Bahagia yang diberitakan Yesus kepada orang banyak yang mengikuti Dia (Mat 4:25). Orang banyak itu berbondong-bondong mengikuti Yesus setelah mereka melihat perbuatan mujizat yang dikerjakan Yesus. Ada harapan di hati mereka tentang Yesus adalah Mesias yang akan membebaskan mereka dari penjajahan. Keadaan orang-orang ini adalah orang-orang yang menderita, penuh dengan kelemahan dan mengalami tekanan penjajahan Romawi. Tetapi hal yang diajarkan Yesus sangat bertolak belakang dengan logika manusia. Orang yang berdukacita adalah orang yang berbahagia. Secara logika manusia, bila ada dukacita maka tidak mungkin ada kebahagiaan. Tetapi Firman Tuhan tidak mungkin gagal, didalam Tuhan, orang yang berdukacita itu berbahagia.

Dukacita atau Sengsara di dalam Tuhan yang disebut berbahagia itu berkaitan dengan :
1. Penderitaan membawa kita untuk menerima janji Allah.
Roma 8:17 " Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."
Jika kita menderita bersama dengan Tuhan ataupun menderita karena Tuhan maka kita adalah orang yang berhak menerima janji Allah dan disebut anak yaitu juga ahli waris.

2. Penderitaan membawa kita untuk menerima Kemuliaan Allah.
Dalam Roma 8:17 pun dijelaskan bahwa yang menderita bersama-sama dengan Dia selain menjadi ahli waris maka kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Allah.

Menderita bersama dengan Tuhan artinya kita berbahagia karena Tuhan menyediakan Penghibur yaitu Roh Kudus yang akan meyakinkan iman kita bahwa penderitaan yang kita alami di dalam dunia ini bagi Tuhan kecil dibandingkan dengan kemuliaan yang akan kita terima.
Roma 8:18 " Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita."
2 Korintus 4:17 " Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 
Inilah yang menjadi penghiburan buat kita yang menderita bersama dengan Tuhan bahwa, penderitaan di dunia ini ringan, tidak kekal dan terbatas tetapi ganjaran buat kita adalah kemuliaan yang kekal. Amin!

3. Penderitaan akan membawa kita merasakan kekuatan Allah.
1 Korintus 10:13 " Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."
Filipi 4:13 " Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
Kunci kebahagiaan dalam penderitaan di dalam Tuhan adalah kita akan menerima kekuatan yang Tuhan berikan ketika kita menderita. Inilah yang dimaksud ketika Tuhan Yesus mengajarkan tentang Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Bahwa orang yang ikut menderita di dalam Tuhan tidak akan pernah ditinggalkan, tetapi justru dalam penderitaan itulah kita akan menerima janji Allah akan kemuliaan yang kekal dibandingkan dengan penderitaan yang tidak kekal bahkan kita akan mengalami Kuasa Allah bekerja didalam kita, serta Roh Kudus yang akan selalu menghibur dan menguatkan iman kita.


HALELUYA.












Tuesday, 1 April 2014

Mengalami Kehadiran Tuhan


Ringkasan Khotbah Minggu, 1 Desember 2013
Pdt. N. Runkat

Kisah Para Rasul 10:40-41 "Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati."

Ayat-ayat diatas merupakan khotbah atau Kesaksian Petrus tentang Yesus Kristus kepada Kornelius. seorang yang bukan Yahudi tetapi rindu akan kebenaran Firman Tuhan. Yesus Kristus telah disalibkan karena dosa umat manusia, masuk dalam dunia maut tetapi pada hari yang ketiga Allah membangkitkanNya. Setelah kebangkitan, Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya. Penampakan Yesus kepada murid-muridNya ini menunjukkan kehadiranNya. Murid-muridNya yang saat itu merasa frustasi, kehilangan arah dan harapan tetapi  kehadiran Yesus adalah untuk menghibur, menguatkan dan menunjukkan kepada murid-muridNya bahwa Ia telah menang atas maut, ini adalah suatu kabar kemenangan di tengah penderitaan murid-murid setelah kematian Yesus. Tetapi mengapa tidak kepada semua orang? Mengapa hanya kepada orang-orang yang ditentukan saja? Allah telah menentukan siapa saja yang mengalami kehadiranNya, ini berarti ada kriteria khusus.
Matius 5:8 " Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah."
Tuhan menampakkan diriNya hanya kepada orang-orang pilihanNya yaitu  mereka yang hidup dalam kekudusan, yang mau menderita bersama Kristus, yang mata hatinya diterangi iman, yang hidup selalu didalam Tuhan, yang taat akan Firman Tuhan dan yang hatinya suci. Tuhan menampakkan diriNya sama dengan menunjukkan kehadiranNya dan apabila Ia hadir maka akan ada mujizat seperti pada waktu Petrus gagal menangkap ikan ( Yoh 21:1-14), memberikan penghiburan (Yoh 20:19-20), menguatkan hati yang lemah (Yoh 20:27-28) , membela serta memberikan kemenangan. Jika kita hidup di dalam Tuhan maka kita akan selalu bersukacita karena ada iman, walaupun banyak tantangan tetapi Tuhan menunjukkan kehadiranNya dan mewujudkan KuasaNya yang tidak terbatas di dalam kita.

Orang-orang yang mengalami kehadiran Tuhan inilah yang merupakan saksi-saksi Tuhan juga. Karena bukan kepada seluruh bangsa Ia menampakkan diri tetapi hanya kepada saksi-saksi. Sebelum Yesus terangkat naik ke Sorga, Ia memberikan Amanat Agung :
Kisah Para Rasul 1:8 " Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Saksi Tuhan akan diperlengkapi dengan Kuasa Roh Kudus dan sebagaimana Rasul-Rasul menantikan perjanjian Allah dengan SEHATI BERTEKUN dalam DOA (Kis 1:12-14), marilah kita tetap bertekun dalam Doa dan tetap minta selalu dipenuhkan KUASA ROH KUDUS karena Tuhan akan menampakkan diri lewat KuasaNya, lewat Firman Allah dan lewat Roh Kudus, itulah tanda kehadiran Tuhan. Dalam Kisah Rasul 1:3 menyatakan bahwa Yesus berulang-ulang menampakkan diri, mengadakan mujizat dan berbicara tentang Kerajaan Allah maka bila kita hidup sebagai saksi Tuhan dan bertekun dalam Dia, Tuhan akan menunjukkan kehadiranNya dalam hidup kita. Mengadakan mujizat, menguatkan iman kita, memberikan kemenangan-kemenangan dalam keterbatasan hidup kita. Carilah Hadirat Tuhan selalu!


HALELUYA


Wednesday, 19 March 2014

Kuasa Anak Domba




Ringkasan Khotbah Minggu, 24 November 2013
Pdt. N. Runkat

Wahyu 5:11-12 "Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, mahluk-mahluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"

Suatu Penglihatan yang oleh diperlihatkan Allah kepada Yohanes dan dicatat dalam Kitab Wahyu tentang kebesaran Allah yang tidak pernah berubah sejak dunia dijadikan hingga pada akhir zaman. Yang dimaksud dengan Anak Domba yang disembelih itu adalah Yesus. KematianNya di kayu salib membuktikan bahwa Ia adalah Anak Domba yang disembelih sehingga Ia layak untuk menerima Kuasa dan kemuliaan hingga akhir zaman. Kesaksian tentang kehidupan Yesus ketika ada di dunia ini tertulis dalam Kis 10:38 "yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia."

Ketika Yesus melayani di atas muka bumi ini, Yesus aktif bekerja, berkeliling, berbuat baik dan mengadakan mujizat, itu semua dilakukanNya dengan KUASA yang Allah berikan. Kita sebagai pengikut Kristus, inilah yang harus kita lakukan. AKTIF BEKERJA MELAYANI TUHAN!! Kita sebagai orang percaya mendapat bagian untuk menerima Kuasa Allah. Potensi dan Talenta sudah Tuhan beri kepada setiap orang, kesediaan untuk aktif bekerja merupakan pilihan kita. Sebagaimana perumpaan tentang talenta dalam Matius 25:14-30, ada yang menerima 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta. Yang menerima 5 dan 2 talenta bekerja agar talenta itu menghasilkan laba tetapi yang menerima 1 talenta hanya menggali lobang di dalam tanah dan menyimpan talentanya disitu karena ia berpikir bahwa tuannya kejam dan tidak adil. Tanah juga berbicara tentang keinginan daging/duniawi, yang menerima 1 talenta hanya melihat segala sesuatu hanya bersifat logika dan memakai cara-cara dunia sebagai anak Tuhan sehingga ia mudah kecewa dan tidak bisa menerima Kuasa Allah. Padahal Tuhan memberikan talenta itu sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing (Mat 25:15b) 

Hukuman disediakan kepada penerima 1 talenta itu (Mat 25:30), bukan karena talentanya yang sedikit tetapi ketidaksediaannya untuk bekerja dan hanya mengandalkan kekuatan manusia saja serta memungkiri Kuasa Allah. Malahan kepunyaannya pun diambil dan diberi kepada yang mempunyai (Matius 25:28). Tetapi bagi yang mau mengerjakan talentanya mendapat kebahagiaan tuannya dan kepadanya diberi sehingga berkelimpahan (Matius 25:29). Inilah Janji Tuhan yang menjadi bagian kita orang-orang percaya, bahwa Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah, Dia yang memiliki Kuasa dari dulu, sekarang dan sampai selamanya dan Kuasa Allah pun akan menyertai orang-orang Percaya yang baik dan setia mengerjakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita. Bekerjalah melayani Tuhan dengan pimpinan Roh Kudus maka Allah akan menyertai kita dengan KuasaNya.

HALELUYA



Thursday, 6 March 2014

Menyenangkan Hati Tuhan



1 tesalonika 3:1-7
(6) Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu,
(7) maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.

Setelah menyaksikan suatu film dokumenter tentang kehidupan jemaat kristen mula-mula, saya sangat tercengang karna ternyata orang-orang yang menyerahkan hidupnya menjadi pengikut Kristus pada masa itu memiliki tantangan yang sangat berat. Mereka tidak leluasa berkumpul dan selalu dikejar-kejar tentara romawi bahkan mendapat ancaman pembunuhan. Sampai-sampai seorang ahli sejarah mengatakan pada masa itu cukup 'gila' bagi seseorang yang berketetapan hati mengikut Kristus.

Bagi Rasul Paulus yang merupakan mantan pemburu pengikut Kristus, ia merasakan sangat khawatir dengan keadaan jemaat tesalonika karena kesusahan-kesusahan yang dapat mengoyangkankan iman mereka. Tetapi kekhawatirannya terhapuskan setelah ia mengutus Timotius dan mendapat kabar bahwa jemaat di tesalonika bukan hanya masih sekedar bertahan tetapi mempunyai iman yang kuat. Paulus sangat terhibur dengan kabar ini.

Saat ini, kita pengikut Kristus juga menghadapi berbagai  tantangan yang walaupun kadang berbeda dengan yang dihadapi oleh jemaat Tesalonika. Sebagaimana rasul Paulus bersukacita atas keteguhan iman yang ditunjukkan jemaat di Tesalonika, begitu juga Tuhan sangat bersukacita ketika kita menjalani tantangan iman setiap hari dengan teguh dan melakukan segala Firman Tuhan dengan Kuasa Roh Kudus. Hati Tuhan sangat disenangkan ketika anak-anakNya mengalami kemenangan walaupun banyak tantangan. Ketika kita berkata "Tuhan, ku mau menyenangkanMu" bukan hanya sekedar ucapan tetapi tunjukkanlah lewat keteguhan iman kita serta ketaatan kita dalam melakukan setiap firman Tuhan. -DHK-

Song:
Tuhan ku mau menyenangkanMu
Tuhan bentuklah hati ini
Jadi bejana untuk hormatMu
Cemerlang bagai emas murni

Tuhan kuserahkan hatiku
Semua kuberikan padaMu
Kuduskan hingga tulus selalu
Agar aku menyenangkanMu

MenyenangkanMu.. SenangkanMu
Hanya itu kerinduanku
MenyenangkanMu.. Senangkan HatiMu
Hanya itu kerinduanku

1 Kor 15:58 " Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."